//vooshagy.net/4/2258365 Dunia Pelajar

14 PADA PANGKUR Serat Wedhatama

Berikut ini adalah Kumpulan 14 pada tembang pangkur Serat wedhatama

 1

Mingkar mingkuring angkara,
Akarana karanan mardi siwi,
Sinawung resmining kidung,
Sinuba sinukarta,
Mrih kretarta pakartining ngelmu luhung
Kang tumrap neng tanah Jawa,
Agama ageming aji.


Meredam nafsu angkara dalam diri,
Hendak berkenan mendidik putra-putri
Tersirat dalam indahnya tembang,
dihias penuh variasi,
agar menjiwai hakekat ilmu luhur,
yang berlangsung di tanah Jawa (Nusantara)
agama sebagai “pakaian” kehidupan.

2
Jinejer neng Wedatama
Mrih tan kemba kembenganing pambudi
Mangka nadyan tuwa pikun
Yen tan mikani rasa,
Yekti sepi asepa lir sepah samun,
Samangsane pasamuan
Gonyak ganyuk nglelingsemi.

Disajikan dalam serat Wedhatama,
agar jangan miskin pengetahuan
walaupun sudah tua pikun
jika tidak memahami rasa sejati (batin)
niscaya kosong tiada berguna
bagai ampas, percuma sia-sia,
di dalam setiap pertemuan
sering bertindak ceroboh memalukan.

3
Nggugu karsaning priyangga,
Nora nganggo peparah lamun angling,
Lumuh ing ngaran balilu,
Uger guru aleman,
Nanging janma ingkang wus waspadeng semu
Sinamun ing samudana,
Sesadon ingadu manis

Mengikuti kemauan sendiri,
Bila berkata tanpa dipertimbangkan (asal bunyi),
Namun tak mau dianggap bodoh,
Selalu berharap dipuji-puji
(sebaliknya) Ciri orang yang sudah memahami (ilmu sejati) tak bisa ditebak
berwatak rendah hati, selalu berprasangka baik.

4
Si pengung nora nglegawa,
Sangsayarda deniro cacariwis,
Ngandhar-andhar angendhukur,
Kandhane nora kaprah,
saya elok alangka longkanganipun,
Si wasis waskitha ngalah,
Ngalingi marang si pingging.


(sementara) Si dungu tidak menyadari,
Bualannya semakin menjadi jadi,
ngelantur bicara yang tidak-tidak,
Bicaranya tidak masuk akal,
makin aneh tak ada jedanya.
Lain halnya,
Si Pandai cermat dan mengalah,
Menutupi aib si bodoh.

5
Mangkono ngelmu kang nyata,
Sanyatane mung weh reseping ati,
Bungah ingaran cubluk,
Sukeng tyas yen denina,
Nora kaya si punggung anggung gumrunggung
Ugungan sadina dina
Aja mangkono wong urip.

Demikianlah ilmu yang nyata,
Senyatanya memberikan ketentraman hati,
Tidak merana katakan bodoh,
Tetap gembira jika dihina
Tidak seperti si dungu yang selalu sombong
Ingin dipuji setiap hari
Janganlah begitu caranya orang hidup.

6
Urip sepisan rusak,
Nora mulur nalare ting saluwir,
Kadi ta guwa kang sirung,
Sinerang ing maruta,
Gumarenggeng anggereng
Anggung gumrunggung,
Pindha padhane si mudha,
Prandene paksa kumaki

Hidup sekali saja berantakan
Tidak berkembang, pola pikirnya carut marut.
Umpama goa gelap menyeramkan,
Dihembus angin,
Suaranya gemuruh menggeram,
berdengung
Seperti halnya watak anak muda
masih pula berlagak congkak

7
Kikisane mung sapala,
Palayune ngendelken yayah wibi,
Bangkit tur bangsaning luhur,
Lha iya ingkang rama,
Balik sira sarawungan bae durung
Mring atining tata krama,
Nggon anggon agama suci.

Tujuan hidupnya begitu rendah,
Maunya mengandalkan orang tuanya,
Yang terpandang serta bangsawan
Itu kan ayahmu !
Sedangkan kamu kenal saja belum,
akan hakikatnya tata krama
dalam ajaran yang suci

8
Socaning jiwangganira,
Jer katara lamun pocapan pasthi,
Lumuh asor kudu unggul,
Semengah sesongaran,
Yen mangkono keno ingaran katungkul,
Karem ing reh kaprawiran,
Nora enak iku kaki.

Cerminan dari dalam jiwa raga mu,
Nampak jelas walau tutur kata halus,
Sifat pantang kalah maunya menang sendiri
Sombong besar mulut
Bila demikian itu, disebut orang yang terlen
Puas diri berlagak tinggi
Tidak baik itu nak !

9
Kekerane ngelmu karang,
Kekarangan saking bangsaning gaib,
Iku boreh paminipun,
Tan rumasuk ing jasad,
Amung aneng sajabaning daging kulup,
Yen kapengok pancabaya,
Ubayane mbalenjani.

Di dalam ilmu yang dikarang-karang (sihir/rekayasa)
Rekayasa dari hal-hal gaib
Itu umpama bedak.
Tidak meresap ke dalam jasad,
Hanya ada di kulitnya saja nak
Bila terbentur marabahaya,
bisanya menghindari.

10
Marma ing sabisa-bisa,
Bebasane muriha tyas basuki,
Puruita-a kang patut,
Lan traping angganira,
Ana uga angger ugering kaprabun,
Abon aboning panembah,
Kang kambah ing siyang ratri.

Karena itu sebisa-bisanya,
Upayakan selalu berhati baik
Bergurulah secara tepat
Yang sesuai dengan dirimu
Ada juga peraturan dan pedoman bernegara,
Menjadi syarat bagi yang berbakti,
yang berlaku siang malam.

11
Iku kaki takok-eno,
marang para sarjana kang martapi
Mring tapaking tepa tulus,
Kawawa nahen hawa,
Wruhanira mungguh sanyataning ngelmu
Tan mesthi neng janma wredha
Tuwin mudha sudra kaki.

Itulah nak, tanyakan
Kepada para sarjana yang menimba ilmu
Kepada jejak hidup para suri tauladan yang benar,
dapat menahan hawa nafsu
Pengetahuanmu adalah senyatanya ilmu,
Yang tidak harus dikuasai orang tua,
Bisa juga bagi yang muda atau miskin, nak !

12
Sapantuk wahyuning Alah
Gya dumilah mangulah ngelmu bangkit,
Bangkit mikat reh mangukut,
Kukutaning jiwangga,
Yen mengkono kena sinebut wong sepuh,
Lire sepuh sepi hawa,
Awas roroning atunggil

Siapapun yang menerima wahyu Tuhan,
Dengan cermat mencerna ilmu tinggi,
Mampu menguasai ilmu kasampurnan,
Kesempurnaan jiwa raga,
Bila demikian pantas disebut “orang tua”.
Arti “orang tua” adalah tidak dikuasai hawa nafsu
Paham akan dwi tunggal (menyatunya sukma dengan Tuhan)

13
Tan samar pamoring sukma,
Sinuksmaya winahya ing ngasepi,
Sinimpen telenging kalbu,
Pambukaning warana,
Tarlen saking liyep layaping aluyup,
Pindha pesating sumpena,
Sumusuping rasa jati.

Tidak lah samar-samar saat sukma menyatu
meresap terpatri dalam keheningan semadi,
Diendapkan dalam lubuk hati
menjadi pembuka tabir,
berawal dari keadaan antara sadar dan tiada
Seperti terlepasnya mimpi
Merasuknya rasa yang sejati.

14
Sejatine kang mangkana,
Wus kakenan nugrahaning Hyang Widhi,
Bali alaming ngasuwung,
Tan karem arameyan,
Ingkang sipat wisesa winisesa wus,
Mulih mula ulanira.
Mulane wong anom sami.

Sebenarnya ke-ada-an itu merupakan anugrah Tuhan,
Kembali ke alam yang mengosongkan,
tidak mengumbar nafsu duniawi,
yang bersifat kuasa menguasai. 
Kembali ke asal muasalmu
Oleh karena itu,
wahai anak muda sekalian

CARA AMPUH SEMBUH DARI CORONA tips karantina mandiri

HALO,,, Selamat datang di blog aku, Terimakasih sudah buka artikel ini,, Mungkin ada saudara , tetangga atau bahkan kalian sendiri terkena covid 19. tapi gak papa jangan sedih :D tetap semangat yah,, aku yakin kalian bisa sembuh kok Amiin,

Sebelum aku kasih tips cara sembuh dari corona. aku mau ngasih tau kalau ada 2 jenis pasien corona.
yang pertama adalah 

1. Pasien dengan gejala yang berat yang harus segera di bawa kerumah sakit, dan harus dapat penanganan Rumah sakit. yaitu pasien dengan gejala Demam, Mual. Lemas. Nyeri tubuh, Pusing. Dan paling parahnya sesak nafas atau kesulitan Bernafas. Kalau kalian atau saudara kalian begini, jangan ragu buat datang ke Rumah sakit yah,, 

2. Pasien tanpa gejala (OTG) yaitu orang yang terkena corona tapi dia tidak merasakan gejala diatas. atau pasien yang hanya punya gejala seperti kehilangan aroma atau perasa lidah. untuk pasien jenis ini bisa melakukan karantina mandiri dirumah, tanpa kerumah sakit. dan kali ini aku mau kasih sedikit gambaran jika kalian dirawat di RS karna corona serta apa yang harus dilakukan saat kalian milih untuk karantina mandiri.


1.  Di Rumah Sakit. 


Saat pasien di rumah sakit karna corona, yang pertama pasien akan di tempatkan di suatu ruangan isolasi yang khusus untuk pasien corona, disini pasien tidak boleh dijenguk siapapun termasuk keluarga kalian. Kalau ada isu Dirumahsakit disuntik M*ti, itu sama sekali tidak benar ya,, Jadi jangan takut. dan enaknya di Rumah sakit, semua biaya GRATIS tanpa dipungut sepeserpun
  •  Jika pasien gejala berat seperti sesak nafas maka akan di pasang alat bantu pernafasan ( Oksigen ) biasanya kalau gejala berat sampai tidak bisa bangun beraktifitas, pasien akan di pantau dengan Kamera yang dipasang khusus diruangan dan ada petugas yang akan bergantian mengawasi pasien 24 jam . hal ini dari pengalaman keluarga aku yang terkena corona. 
  •  Jika Pasien dengan gejala ringan, pasien akan di tempatkan di suatu ruangan yg berisi beberapa pasien lain yang gejala juga ringan, dan setiap hari petugas akan mengantarkan makanan dan merawat kalian,  pasien juga dapat berbagai vitamin serta makanan yang sehat dari Rumah Sakit. Setiap pagi Pasien akan berjemur dan Senam bersama sama.  Dan mungkin pasien juga punya kenalan atau teman baru dan tidak akan kesepian. ini dari pengalaman teman aku yang terkena corona 

2. Karantina Mandiri Dirumah


Nah Kalian memutuskan untuk karantina sendiri dirumah seperti aku,, kalian bisa melakukan hal di bawah ini , FYI. kalian karantina dirumah harus dengan gejala pasien ringan yah. kalau kalian gejala berat, aku saranin buat kerumah sakit saja . ini dari pengalaman aku sendiri

  • Selalu pakai masker . dan kunci kamar, minta tolong orang tua atau saudara buat mengambilkan makann dan minuman taruh di depan pintu, terus kamu ambil. jangan biarkan kamu ambil sendiri atau jangan sampai mereka masuk kamar kita.
  • jangan pernah mencampurkan alat makan kita dengan yang lain, biasanya aku setelah makan, aku cuci snediri terus aku bawa ke kamar, kalau ibu mau ngasih makanan ditaruh di plasttik terus sampe kamar aku tuang ke piring aku.
  • Pisah kamar mandi, jika tidak memungkinkan gpp dicampur tapi wajib Pakai handsanitizer sebelum memegang pintu dan barnag2 diluar.
  • minta tolong ortu buat Rebus air, taruh di gelas, kemudian tetesin minyak kayu putih, dan hirup uap nya, hal ini agar indera penciuman kembali normal.
  • Coba buat menghirup aroma min. 4 aroma yang bebeda beda sampai penciuman kalian kembali normala
  • Makan Telur rebus setiap pagi, untuk menambah protein di tubuh. ini aku lakukan setiap pagi bangun tidur, 
  • Minum air putih minimal 1.5 L setiap hari
  • Makan berbagai sayur, serta buah buahan. buah buahan ku seperti pisang, pear, buah naga, Jambu biji.
  • Makan Ikan ikan juga yah,, ikan goreng, atau rebus, kemarin aku makan ikan patin hihihi
  • sesekali minum air dengan wulung atau madu.
  • dan seringlah minum rebusan air jahe. 
  • Minum Vit. C . aku minum enervon C setiap hari satu.
  •  minum susu.
  • Jangan pernah minum minuman dingin , karena virus akan mudah menyebar. jadi banyakin minum anget anget terus
  • Setiap pagi berjemur sampai tubuh kalian berkeringat.
  •  dan yang terakhir minta beliin kuota buat streaming film2 hehe ini gak wajib ya gays, buat hiburan kita aja biar gak suntuk. 

Itu adalah  bebrapa tips dari aku yah, aku nulis artikel ini posisi karantina mandiri dikamar kok hehe.. yang penting pesan aku buat siapa aja yg terkena/positif covid 19. Jangan pernah merasa sedih,stress pokoknya jangan pernah merasa down.

HAL YANG MEMPENGARUHI KESEMBUHAN KITA ADALAH DIRI KITA SENDIRI.

buat hati kita merasa nyaman,, senang,, dan jangan pernah kuwatir, selalu berfikir bahwa diri kita kuat melawan virus ini.. jangan lupa buat berdoa juga yah,, Semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan agar tubuh kita tetap kuat dan sehat, jika sakit maka cepat sembuh, Amiin.

SEMANGATTT 😊😊😊😊😊😊😊

pengalaman terkena CORONA Karantina Mandiri

 Halo,, Selamat Siang,, sudah lama banget aku gak ng blog,, tapi karena saya lagi cuti 2 minggu jadi saya mau rutin ng blog mengenai judul diatas,, iyaa,, Aku positif Corona tes pada tanggal 18-01-2021


Sebelumnya di part 1 ini aku mau bercerita mengenai awal mula aku bisa sampe tahu aku kena covid.

ini untuk semuanya yah, buat pembelajaran kita semua, kalau covid bener REAL ADA.

jadi aku kerja senin-sabtu. jam kerjaku jam 10 pagi- jam 7 malam. aku kerja disebuah perusahaan.

corona awal 2020 udah banyak , ditahun2 itu aku sama sekali gak berani keluar rumah, tapi setelah 2020 akhir sampe 2021 aku emang salah, aku sering banget main keluar jalan2 setiap hari minggu.

aku sendiri orang Demak. dan setiap hari minggu aku main ke semarang. rata-rata sih kesana.

kalau di tanya ngapain emang ke semarang ?. aku kesemarang biasa makan,, jalan2 aja muter2.. lebih sering naik mobil,lumayan aman lah, jadi aku seneng banget muterin kota semarang liat pemandangan malamnya, dan pasti ada sesi makan di semarang, semua masih lancar lancar aja,, btw aku juga tetep kok mematuhi protokol kesehatan, aku tetep pakai masker, aku pakai handsanitizer.



SAMPAI PADA SUATU HARI...........


minggu tanggal 10 Januari 2021 aku memutuskan buat nonton film Demon Slyer yang udah aku tunggu-tunggu dibioskop dari tahun 2020. jadi emang niat banget pokoknya nonton.

aku jalan ber 2 sama pacarku, sebelumnya kita belum pernah sama sekali nonton bioskop di musim pandemi, kita kalau ke mall paling belanja makan udah pulang. pagi itu aku seneng banget mau nonton

kita berangkat jam 11. jam 13.45 kita nonton di mall paragon. di bioskop juga udah diberlakukan protokol kesehatan sebelum masuk bisokop di cek suhu, pakai handanitizer. kita nonton.. udah terus makan di luar, mie iga, terus kita pulang,,


Senin tanggal 11 Januari 2021 aku berangkat kantor seperti biasa, badanku masih sehat,, tepat nya pulang malamnya badanku sudah terasa dingin,, jadi bulu tanganku itu berdiri semua dan itu berlangsung lama lhoh. aku sampai heran, tapi badanku masih biasa aja. 


Selasa tanggal 12 Januari 2021. Bangun tidur aku pusing kepala beratt pol.. tubuhku dingin semua menggigil, itu sekitar stngah 6 pagi, tepat jam 7 badanku panas tinggi. menggigil . jadi tangan kaki itu dinginn banget, tapi kepala leher tubuhku panas banget,, orang tuaku masih belum terlalu merhatiin, smpai akhirnya aku mutusin buat periksa, sangking gak kuatnya, aku langsung dianter bapakku periksa, ternyata dokter langganan aku gak ada dirumah, lagi tugas, jadi aku pulang,, sampai rumah aku minum neuralgin di warung,,dan akhirnya bapak aku ke apotek dokter bpjs yang gratis,tanpa aku.

tapi sampai sana dokternya gak ada, lagi tugas juga di RS. akhirnya bapakku dapat obat dari mbak mbak yang jaga ddisitu obatnya seadanya ya, cuma bilang keluhannya.

jujur, aku habbis minum neuralgin enakan, dan berniat kerja, tapi efek obatnya bentaran doang, terus badanku gigil lagi dan aku mutusin gak berangat kerja,


Dari sini aku gak pernah sama sekali mikir kalau ini gejala covid, soalnya aku jga biasa sakit kayak gitu.

setelah minum oabat obat dari dokter Rabu aku berangkat kerja, karna mikir udah enakan, walau awal bangun itu kayak muter2 kepala, tapi gak parah sih,, udah tuh berangkat bekerja naik motor sendiri ke kantor, sampai kantor ya kerja biasa, sampai puncaknya jam 2 aku lemes banget aku coba tidur di ruangan aku, pakai alas kardus gitu,,, dan itu tambah muter2 kepala. 5 menit aku bangun dan langsung muntah.. akhirnya aku lngsung nelfon mamak ku,, tak suruhlah jemput aku ke kantor,,

dan akhirnya


tanggal

13 dan 14 yaitu hari Kamis dan Jumat aku izin lagi gak berangkat,, setelah itu alhamdulillah aku pulih,,, tanggal 15 aku berangkat ke kantor dan alhamdulillah kuat, gak ada gejala apa apa..


tanggal 16 Hari minggu, aku diajak pacarku jalan2 ke alun alun dan yaa biasa cuma disini pas pakai helm lama tu kepalaku pusing,, akhirnya kita cuma sarapan jajan terus pulang..


PUNCAKNYA TANGGAL 17 JANUARI HARI SENIN.


pagi pagi aku masak,, dan pas masak itu aku sama sekali tidak mencium aroma aroma apapun,, dan makan juga hambar,, aku coba nyium sabun,parfum blas gak ada aroma, terus terakhir aku nyium parfum laundry di toko mamak, dan gak ada aroma sama sekali ,padahal itu aromanya nyengat bangett, dari situ aku langsung lemes,, aku telfon pacar aku, terus pacar aku nyaranin buat rapid antigen.

akhirnya aku dianter dia buat rapid antigen di bandara semarang. dan hasilnya positif dongg :'( aku mau nangis tapi aku tahan, pas aku dinyatain positif itu aku dipanggil di suatu ruaangan , terus ada bapak2 nenangin aku, gak tau itu siapa dokter atau siapa, cuma aku ditenangin disitu, alhamdulillah si agak tenang,, 


untuk tips tips cara sembuh di corona dengan karantina mandiri kalian bisa klik link dibawah ini

KLIK DISINI



Pengertian jenis asal Panganan Tradisional khas Daerah.

   Panganan Tradisional



Pengertian Panganan Tradisional.

Panganan tradisional yaiku panganan asli saka dhaerah tertentu kang digawe lan dikonsumsi turun temurun ing masyarakat, lan duweni cirikhas rasa sing diterima marang masyarakat.

Jenis Panganan Tradisional

PULAU JAWA

A. Asal Jawa Barat

  1. Kerak Telur
  2. Surabi
  3. Peuyeum
  4. Rujak kangkung
  5. Mie Kocok
  6. Ketoprak
  7. Tahu Sumedang
  8. Karedok
  9. Combro
  10. Ubi Cilembu

B. Asal Jawa Tengah

  1. Gudeg  : Gudek adalah makanan tradisional jogja karta yg berupa nasi dan lauknya rebusan nangka muda, telur, rambak serta gorengan bawang untuk penyedap                                                                                

  2. Gethuk : Gethuk sendiri adalah makanan tradisional yang terbuat dari singkong atau ketela rebus yg di haluskan dan diberi pewarna serta topping gula jawa, parutan kelapa dll.                                          
  3. Sate Kere : Sate kere adalah makanna tradisional khas solo yg pembuatannya berasal dari tempe rebus ( ampasnya ) yang dijadikan sate.                                                                                                   
  4. Jenang Kudus : Selain terkenal sebagai kota kretek. kudus juga terkenal dengan makann tradsisionalnya yaitu jenang kudus, jenang ini berasal dari tepung beras ketan dan gula jawa seerta taburan wijen, jenang sendiri mirip seperti dodol garut, namun jenang tidak semanis dodol    

  5. Cengkaruk : Nama cengkaruk mungkin asing di telinga orang luar jawa tengah, namun khusus orang semarang, demak, makanan cengkaruk sendiri sudah hampir melekat, bahkan sekarang sudah jarang ditemui atau penjualnya, Cengkaruk adalah makanan tradisional berasal dari nasi sisa yang di olah kembali kemudian di keringkan dan dijadikan seperti kerupuk namun mempunyai tekstur yang lebih kasar, dulu nenek saya ketika saya kecil sering membuatkan ini,



C. Asal  Jawa Timur


  1. Rawon : Rawon adalah makanan tradisional khas jawa timur yg mempunyai kuah berwarna hitam berasal dari kluwek, makann ini sendiri tidak pedas serta sering dimakan dengan nasi putih dan telur asin .

  2. Rujak Cingur :Rujak cingur berasal dari Surabaya, Cingur sendiri artinya monyong ( mulut )sapi

  3. Pecel Madiun : Pecel ini sudah menjadi makanan tradisional orang Madiun Jawa Timur yang berasal dari berbagai macam sayuran yang direbus serta diberi bumbu kacang
  4. Nasi Krawu : Nasi krawu adalah makanan tradisional khas Gresik yang biasa disajikan menggunakan daun pisang serta berisi nasi dan lauk daging sapi, semur daging, Jeroan sapi serta serundeng.
  5. Sego Tempong : Sego tempong berasal dari jawa timur yang isinya berupa nasi putih, rebusan sayuran, ikan asin, telur dan serundeng, 

CONTOH Cerita,Unsur Intrinsik cerkak Bahasa Jawa judul Peteng , LENGKAP

 


Nama : Nia Cahyani

Kelas : XAP1

SMK N 1 DEMAK

PETENG

Gegadhangan, gegayuhan, kekudangan, gegancangan, kekarepan iku kabeh hamung wujud panyuwune jalma manungsa. Rikala ati ing sajroning ragane manungsa nembe nggrantes, perih utawa nelangsa, lumrah yen luh kang tumetes saka netra kiwa apa dene tengen, kasuntak byah bebasan megung ing bumi. Kosok baline kalamangsane pinaringan rejeki utawa kabungahan kang mbanyu mili, wus jamake girang gumuyune para manungsa sinandhing ana ing kahanan alam donya iki.

Hamung wewayangan bebasane, manungsa tinitah lumaku lan jumangkah amarga ana kang nggarisake. Jiwa ragane manungsa kagiring uga kaobahake dening kang hakarya jagat. Dhokter umpamane kang kawentar pinunjul ngrukti lan mbagasake lelara, tangeh lamun nguripake jalma kang wus tilar donya.


Ing ndhuwur mau jlentrehan wiwitaning aturku. Pangemut babagan kasunyatan anane Pangeran kang nguwasani jagad saisine, yaiku Allah SWT.
Anggonku bebrayan wus nora kena kawastanan saumur jagung, amarga wus pat belas taun. Ing semono taun, tangising jabang bayi rina klawan wengi tansah kaimpi-impi kaantu-antu, mbesuk kapan bisa mecah sepining atiku sakloron, aku lan bojoku. Setaun yen anane dina 365, wus bisa kaetung sepira dawane dina-dinaku ngetutake lurung-lurunging lelakon anggonku urip. Ing semono taun iku, kalamangsane katiban bungah amarga katone bisa reruntungan ngalor ngidul memantenan, amarga durung digondheli buntut. Ananging kang nora kena kapaido, mesthine uga nora luput saka rintiping coban lan godha, wiwit saka cilik utawa pacoban entheng nganti wujud prahara bebasan katerak angin lesus.


Ngenani babagan kahanan uripku kang bisa dak cuplikake, menawa bab pasinaon kaya-kayane aku lan sisihanku nora kebangetan anggone ketinggalan. Ala-ala senadyan rampung rada sauntara, aku kasil lulus kanthi titel sarjana S1. Apa maneh sisihanku luwih komplet, anggone klumpuk-klumpuk kulakan titel, S1, akta IV, uga S2. Dheweke uga kena sinebut pinter, pethel uga trengginas anggone tumandang samubarange tansah cukat.


Ngenani dedeg piyadeg, nora amarga mbiji luwih marang awake dhewe, nanging ya rada mrina yen diwastani ala. Kinanthi sangu pasinaon kang cukup, lumrahe nora kabingungan menawa ngadhepi urip. Ananging kasunyatane urip mono dudu ilmu matematika, yen loro tambah loro gunggunge papat. Urip sawijining ilmu kang nora bakal kena kaduga, nora kena kajlentrehake, nora kena katebak babagan pungkasane crita. Crita kang kawiwitan bungah, ing madya isih pinaringan bungah, ing pungkasan bisa wae kadunungan nelangsa.


Bali maneh ngenani aturku, 14 taun wareg anggonku kesondhang-kesandhung, niba-nangi nglakoni critaning urip, dumadakan nora kanyana-nyana bebasan ketiban ndaru, sisihanku katiti dening dhokter positif ngandhut. Byuh… mbuncah anggonku nampa bebungah, byuh… makcles garinging telak katetes banyu saclegukan, byuh… mongkog, bombong lan sapiturute tembung kang nuduhake kabungahan atiku sakloron. ”Harus istirahat total ya, bed rest…!” ngendikane dhokter, banget anggone wanti-wanti.
”Ya dokter, kami pasti akan patuhi anjuran dokter…” rebutan anggonku sumaur.


Bakal jabang bayi iku kaya dene emas gedhe kang sumimpen ing wetenge bojoku. Emas gedhe kang kudu jinaga ngati-ati ing wiwit byar padhang nganti tumekaning ngeremake netra.


Saben menit bojoku ngelus-elus wetenge, sinambi ndremimil kayadene lagi ngejak rerembugan karo bakal anake, ”Dhik, aja nakal ya, kok mancal-mancal ta…? Apa selak kepingin ketemu karo Pake Buke…?”
Sesasi, rong sasi nganti nem sasi, dhokter ndhawuhi bed rest, dak estokake… manut. Pokoke manut lan manut. Aku kang kudu leladi. Tangi kudu nangekake, mlaku kudu alon-alon anggone jumangkah kapapah. Cekake samubarang kudu diati-ati, banget anggone ngati-ati, kabeh kaluwarga ngesokake sih katresnan.


Ngancik pitu, netepi adat Jawa, dileksanani tasyakuran mitoni. Tansaya tambah cedhak pangantu-antuning pepinginan momong anak bakal kelakon.
”Mas, yen wus titi wancine diparengake dening dhokter, aku njaluk operasi caesar wae ya, amarga ngelingi umurku sing ora enom maneh. Dhoktere sing wis sepuh, sing pengalamane wis akeh ya Mas…,” panjaluke bojoku.
”Iya, wis mantebmu dhokter sing endi aku manut,” cekake sarwa iya, sarwa manut.
Ngancik umur wolu anggone bojoku nggarbini, tansaya sumringah nglakoni dina-dinaku. Apa maneh calon eyang-eyange, ya eyang saka aku uga saka bojoku wus padha katon bungahe, anggone ngantu-antu jumedhule bakal wayahe.
Nyuwun pirsa marang dhokter, yen pengin nglairake normal tanggale udakara tanggal 25 Maret. Ananging gandheng aku sakloron nduwe panjaluk bakal operasi caesar, dhokter mertikelake bisa kaleksanan milih kawiwitan tanggal 11 Maret. Mathuk, operasi katentokake ing tanggal 11 Maret. Mula wiwit mlebu sasi kasanga, tambah kerep anggone konsultasi lan priksa menyang dokter. Rong minggu sepisan sanja priksa dhokter.


Tanggal 4 Maret kadhawuhan priksa. Asile priksan dening dhokter samubarange katiti becik, normal, bobote bayine ing sajroning kandhungan wis kena diarani cukup, normal.
”Tanggal 10 Maret priksa lagi ya, cek darah dan jantung,” dhoktere ngendika.
”Ya dokter,” aku sakloron rebutan sumaur maneh.
Tanggal 10 Maret, aku tangi esuk-esuk umun-umun udakara jam papatan. Jam lima bojoku dak gugah saperlu kareben cepak-cepak. Rada sauntara anggonku siap-siap, jam enem sida budhal menyang ndhokteran. Jam pitu tumeka ing ndhokteran, banjur ndaptarake cek laborat karo cek jantung. Asile kabeh normal apik nora nana kang kudu di was sumelangi. Sawise perabot lapuran cek darah karo jantung rampung, aku sakloron leren leyeh-leyeh nyranti rawuhe dhokter kandungan.
Nyantri sauntara, udakara jam 10 dhoktere rawuh, tekan wanci giliranku karo bojoku tinimbalan mlebu kamar priksan.
”Selamat pagi dokter…” aku sakloron aruh-aruh dhoktere.
”Pagi silakan… besok pagi jadi operasi ya? Jam berapa… 11?”
”Terserah dokter saja, silakan jam berapa dokter…”
”Ini darah bagus, tidak perlu ditransfusi, jantung juga bagus… ayo kita lihat di USG,” dhoktere ndhawuhi bojoku munggah bed saperlu niti pirsa kahanan kandhungan.
Wetenge bojoku wiwit diolesi krim mbuh apa jenenge aku ora weruh, sawise rata banjur ditutul-tutul nganggo alate.
Dumadakan raine dhokter katon pucet, getihe kaya mandheg.
”Lho kok tidak ada denyut jantung…” Dheg, mak jenggirat aku njumbul. Kringet adhem wiwit tumetes.
Dhoktere katon tansaya tambah bingung, lan pungkasane, ”Bayinya meninggal…!”
Glaaaarrrr…. Dumadakan peteng, peteng langite, peteng panyawangku, kabeh peteng ndhedhet… lelimengan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A.  TEMA : BEBRAYAN

 

B.  ALUR : MAJU

 

Paraga aku anggone bebrayan wus nora kena kawastanan saumur jagung, amarga wus 14 taun. Ing semono taun tangising jabang bayi rina klawan wengi tansah diimpi-impi diantu-antu, mbesuk kapan bisa mecah sepining atine paraga aku lan bojone.

14 taun wareg anggone paraga aku kesondhang-sandhung, niba-nangi nglakoni critaning urip, dumadakan nora kanyana-nyana bebasan ketiban ndaru, sisihane paraga aku katiti dening dokter positif ngandhut.

Wiwit mlebu sasi kasanga, tambah kerep anggone konsulyasi lan priksa menyang dokter. Rong minggu sepisan sanja priksa dokter. Tanggal 10 Maret, paraga aku lan bojone menyang kedokteran saperlu priksa. Nalika bojone paraga aku dipriksa, dumadakan raine dokter katon pucet, getihe kaya mandheg.

Doktere kandha yen ora ana denyut jantjng kang bisa dideteksi. Dheg, mak jenggirat paraga aku jumbul. Keringet adhem wiwit tumetes.

Doktere katon tansaya tambah bingung, lan pungkasane dokter kandha yen bayine meninggal, glaarrr.... dumadakan peteng, peteng langite peteng panyawange paraga aku.

 

C.  LATAR :

 

a.   Latar panggonan : Rumah Sakit

Bisa dibuktekake saka penggalan cerkak ing ngisor iki

          Mula wiwit mlebu sasi kasanga, tambah kerep anggone konsultasi lan priksa menyang dokter. Rong minggu sepisan sanja priksa dhokter.Tanggal 4 Maret kadhawuhan priksa. Asile priksan dening dhokter samubarange katiti becik, normal, bobote bayine ing sajroning kandhungan wis kena diarani cukup, normal.
”Tanggal 10 Maret priksa lagi ya, cek darah dan jantung,” dhoktere ngendika.
”Ya dokter,” aku sakloron rebutan sumaur maneh.

 

b.  Latar Suasana   : Trenyuhake

Bisa dibuktekake saka penggalan cerkak ing ngisor iki

          Dumadakan nora kanyana-nyana bebasan ketiban ndaru, sisihanku katiti dening dhokter positif ngandhut. Byuh… mbuncah anggonku nampa bebungah, byuh… makcles garinging telak katetes banyu saclegukan, byuh… mongkog, bombong lan sapiturute tembung kang nuduhake kabungahan atiku sakloron.

 

c.   Latar  wektu    : Esuk

Bisa dibuktekake saka penggalan cerkak ing ngisor iki.

          Tanggal 10 Maret, aku tangi esuk-esuk umun-umun udakara jam papatan. Jam lima bojoku dak gugah saperlu kareben cepak-cepak.

         

D.  PENOKOHAN :

 

a.   Aku : Sabar, pangerten

Bukti tokoh ”aku” duwe watak sabar lan pangerten ana ing penggalan cerkak ing ngisor iki

Bali maneh ngenani aturku, 14 taun wareg anggonku kesondhang-kesandhung, niba-nangi nglakoni critaning urip, dumadakan nora kanyana-nyana bebasan ketiban ndaru, sisihanku katiti dening dhokter positif ngandhut.

Sesasi, rong sasi nganti nem sasi, dhokter ndhawuhi bed rest, dak estokake… manut. Pokoke manut lan manut. Aku kang kudu leladi. Tangi kudu nangekake, mlaku kudu alon-alon anggone jumangkah kapapah.

b.  Bojoku : Penyayang

Bukti tokoh ”bojoku” duwe watak penyayang ana ing penggalan cerkak ngisor iki

          Saben menit bojoku ngelus-elus wetenge, sinambi ndremimil kayadene lagi ngejak rerembugan karo bakal anake, ”Dhik, aja nakal ya, kok mancal-mancal ta…? Apa selak kepingin ketemu karo Pake Buke…?”        

c.   Dokter : Ramah / sumeh

Bukti tokoh ”dokter” duwe watak tegas lan bijaksana ana ing penggalan cerkaking ngisor iki

          Nyantri sauntara, udakara jam 10 dhoktere rawuh, tekan wanci giliranku karo bojoku tinimbalan mlebu kamar priksan.
”Selamat pagi dokter…” aku sakloron aruh-aruh dhoktere.
”Pagi silakan… besok pagi jadi operasi ya? Jam berapa… 11?”
”Terserah dokter saja, silakan jam berapa dokter…”
”Ini darah bagus, tidak perlu ditransfusi, jantung juga bagus… ayo kita lihat di USG,”

 

E.   SUDUT PANDANG : Wong kapisan, amarga tokoh utaman ana cerkak uga penulis cerkak.

 

 

F.   AMANAT : Kudu sabar anggone ngadepi cobaning urip.

 

 

G.  GAYA BAHASA

Gaya bahasa ana cerkak PETENG migunakake basa Jawa ngoko kacampuran basa Indonesia

Bukti ana ing penggalan cerkak ing ngisor iki

Tanggal 4 Maret kadhawuhan priksa. Asile priksan dening dhokter samubarange katiti becik, normal, bobote bayine ing sajroning kandhungan wis kena diarani cukup, normal.
”Tanggal 10 Maret priksa lagi ya, cek darah dan jantung,” dhoktere ngendika.
”Ya dokter,” aku sakloron rebutan sumaur maneh.

Uga migunakake tembung mbangetake

Bukti ana ing penggalan cerkak ing ngisor iki

          Glaaaarrrr…. Dumadakan peteng, peteng langite, peteng panyawangku, kabeh peteng ndhedhet… lelimengan.

 

 


Pengertian Macam Jenis Manusia Purba dan masanya

Kita sendiri mengetahui bahwasanya kita hidup di dunia tidak selamanya, pasti kita akan mengalami kematian, begitupun manusia terdahulu yg telah mengalami kematian dan kita sekarang adalah manusia modern.. Jika ada manusia modern berarti ada manusia tradisional dong ? ehee,, bukan, kita bukan menyebut sebagai manusia tradisional tapi lebih tepatnya MANUSIA PURBA. ya, manusia purba adalah nenek moyang ktia.

Apa itu Manusia Purba ??

Manusia purba dalah manusia prasejarah yg hidup jutaan tahun yang lalu. tentu saja manusia purba mempunyai perbedaan fisik dengan manusia modern, Karena lingkungan mereka juga berbeda atau dalam kata lain masih sangat manual dan alami.

Berbeda dengan sekarang yang serba canggih, manusia purba hidup tanpa teknologi, mereka mengandalkan kemampuan diri dan alam untuk bertahan hidup,
Mereka mempunyai Fisik yang besar dan kuat, mereka memakan makanan yang diambil langsung dari alam, bukan seperti manusia modern yang jajan di warung hehe,, Ok kembali fokus,

Manusia purba hidup dalam masa Plesitosen, Pleistosen adalah masa yang berlangsung 2.580.000 tahun yang lalu hingga 11.700 tahun yang lalu.
Manusia purba sendiri terbagi dalam beberapa jenis, perbedaan jenis itu bisa fakor masa,ras,yang punya ciri fisik berbeda,

Manusia purba dengan jenis masanya terbagi menjadi 3 masa yaitu

  1. Pleistosen awal ( Lapisan bawah )  = 
  • Megantrhopus, di masa ini mereka bertahan hidup dengan mengumpulkan makanan ( food gathering ) karena belum mengenal api.
  • Pithecantropus mojokertensis = pithecantropus ini adalah yang paling tua dari semua pithecantrophus
  1. Pleistosen tengah
  2. Pleistosen akhir ( Lapisan atas )

Manusia Purba ada 3 jenis yaitu
  1. Meganthropus
  2. Pitecanthropus
  3. Homo

untuk ciri cirinya akan saya jabarkan dibawah ini,mari kita simak :-)

  1.  Meganthropus
            Meganthropus adalah manusia purba yg paling besar, dinamai meganthropus karena MEGA berarti ukuran yg besar. yang mencetuskan nama meganthropus sendiri adalah Gustav Heinrich Ralp von koeningswald di sangiran 1941
            Meganthropus ini juga sering disembut manusia purba sangiran karena asalnya
adapun ciri ciri yang dimilikinya adalah
  • Otot,Rahang dan giginya mempunyai ukuran yg besar mirip dengan gorila
  • Tidak mempunyai dagu
  • Bertulang pipi tebal dan mempunyai kening yang mencolok
  • Berbadan tegap dengan tonjolan kepala  belakang yang tajam

NB : Meganthropus disebut juga dengan Meganthropus paleojavanicus yaang artinya manusia purba besar yang berasal dari jawa. dan mengklarifikasikannya kedalam Homo erectus paleojavanicu

    
    2.  Pithecanthropus

            Pithecaathropus adalah manusia purba yang mempunyai arti manusia kera, karena pada awal penemuannya dikira fosil dari kera. hidupnya sekitar 30.000 sampai 2 juta tahun yang lalu,
walaupun demikian manusia pithecantropus hidup dengan mengelompok serta sudah mempunyai alat masak , hal tersebut karena di temukannya kapak genggam, kapak perimbas, kapak penetak di pacitan jawa timur
            Berikur merupakan ciri-ciri Pithecanthropus
      • Badannya tegak, tapi tidak setegak Meganthropus
      • Kapasitas otaknya belum sempurna, hanya 750-1300 cc
      • Makanannya masih sedikit mentah hanya sedikit pengolahan
      • mempunyai hidung lebar dan tidak berdagu
      • Makannaya sudah bervariasi yaitu tumbuhan dan hewan buruan
      • Tinggi badan sekitar 165-180
Pithecantropus mempunyai 3 beberapa jenis yaitu
  • Pithecanthropus mojokertensis : 
  • Pithecanthropus Erectus
  • Pithecanthropus Soloensis

    3. Homo

        Manusia purba homo ini adalah manusia purba paling muda dibanding yang lain. Sering disebut homo erectus atau homo sapiens karena badannya sudah tegak hidupnya 25.000-4000 tahun yang lalu.
            Berikut merupakan ciri ciri Homo Sapiens
  • Mempunyai otak yang lebih berkembang dari Meganthropus dan Pithecanthropus
  • Tinggi tubuh 130-210 cm
  •  Tampilan seperti dari ras mongoloid
  • Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu
  • Otot, gigi , kening sudah mulai menyusut

 Homo mempunyai 3 beberapa jenis yaitu

  • Homo Soloensis
  • Homo Wajakensis
  • Homo Floresiensis



Sumber info     : Kompas.com


Macam Jenis Wujud Wayang lan Tokoh Critane

Selamat pagi, kali ini aku mau share mengenai Jenis wayang berdasarkan Wujudnya, Jadi wayang itu ppunya beberapa jenis, kita tahu kalau pembuatan wayang kebanyakan dari Kulit kan, ternyata ada lagi lhoh, yaitu dari karton, kayu dll. 
maka dari itu aku kumpulin atau aku rangkumagar kalian bisa Membaca dan mempelajari dengan mudah.









ARANANE WUJUDE CRITANE
Wayang Purwa Kulit ( Sapi, Kebo ) Ramayana- Mahabarata
Wayang Klithik Kayu sinng gepeng Damar wulan- Majapahit
Wayang Beber Wayang sing di gambar ing Mori Brawijaya- Majapahit
Wayang Kanal Wayaang sing paragane Kewan Dongeng Kancil
Wayang Wahyu Kulit ( Sapi, Kebo ) Nyebarake agama Kristen Khatolik
Wayang Sadat Kulit  Isi crita / siklus para wali ing Demak
Wayang Golek Kayu ( Reca, kayu ) Amir Hamzah ( Wong Agung Jayengrana
Wayang Menak Kulit ( Sapi, Kebo ) Nyebarake agama Islam
Wayang Wong Perangane Wong Ramayana- Mahabarata
Wayang Dupara  Kayu sinng gepeng Yasane Danuraja- Majapahit
Wayang Madya Kayu Prabu Gendrayana
Wayang Perjuang/Suluh Kulit,Karton Crita Sejarah
Wayang Jawa Kulit,Karton Babad Demak-Marataram



Nah, diatas itu adalah rangkumannya, semoga bermanfaat buat kalian,
Semangat Belajar ^-^




Pertama masuk kuliah diusia tua

 setelah sekian lama saya tidak ng blog huhu,,, kali ini aku ingin nulis sedikit curhat hehe,, AKHIRNYA AKU KULIAH DIUSIA 23 TAHUN. Setelah ...