//vooshagy.net/4/2258365 Dunia Pelajar: Pelajaran
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan

Pengertian, Jenis Serat Wedhatama bahasa Jawa LENGKAP

 Serat Wedhatama yaiku karya sastra Jawa gagrag anyar kang ngemot maneka warna pitutur kanggo manungsa.

Serat Wedhatama iku serat dening Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A) Sri Mangkunegara IV.


Serat Wedhatama ngemot 5 pupuh tembang  macapat, Yaiku

  • Pangkur ( 14 pada )
  • Sinom    ( 18 padda )
  • Pucung   ( 15 pada )
  • Gambuh  ( 35 pada )
  • Kinanti    ( 18 pada )

NB  : Pada itu jumlah lagunya yahh,, jadi pangkur punya 14 lagu ( tembang ) dst.

  1. Pangkur 

 Pangkur yaiku tembang macapat kang duweni watak ingkang gagah, Kuat, Perkasa lan jejeg atine. Biasane digunakake kangge nyeritakake cerita bab kaprawiran,Perjuangan lan ugi bab peperangan.
Tuladhane : 
        Nggugu karsaning priyangga,
        Nora nganggo peparah lamun angling,
        Lumuh ing ngaran balilu,
        Uger guru aleman,
        Nanging janma ingkang wus waspadeng semu
        Sinamun ing samudana,
        Sesadon ingadu manis

        Mengikuti kemauan sendiri,
        Bila berkata tanpa dipertimbangkan (asal bunyi),
        Namun tak mau dianggap bodoh,
        Selalu berharap dipuji-puji
        (sebaliknya) Ciri orang yang sudah memahami (ilmu sejati) tak bisa ditebak
        berwatak rendah hati, selalu berprasangka baik.

( untuk melihat 14 pada  Pangkur / tembang lainnya bisa KLIK DISINI )


        2. Sinom 


    Sinom yaiku tembang macapat kang duweni watak grapyak, sumanak, renyah.
Tuladhane :
 
 Amenangi jaman edan
Ewuh aya ing pambudi
Melu edan nora tahan
Yen tan melu anglakoni
Boya keduman melik
Kaliren wekasannipun
Dilalah kersa Allah
Begja-begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada

Artinya :
 Mengalami zaman gila
Sulit dalam pikiran
lkut gila tidak tahan
Kalau tidak ikut melakoni
Tidak dapat bagian apa-apa
Kelaparan akhirnya
Untungnya kehendak Allah
Sebaik-baiknya orang lupa
Lebih beruntung yang senantiasa ingat dan waspada

        3. Pucung

Pucung yaiku tembang macapat kang dhuweni watak kendho tanpa greget saur, bisa kanggo medharake sembrana, 

        Tuladhane :
Ngelmu iku kalakone kanthi laku,
Lekase lawan kas,
Tegese kas nyantosani,
Setya budya pangekese dur angkara.

Artinya:
Ilmu itu dijalani dengan perbuatan,
Dimulai dengan kemauan,
Artinya kemauan yang menguatkan,
Ketulusan budi pekerti adalah penakluk kejahatan.


        4. Gambuh

Gambuh yaiku tembang macapat kang dhuweni watak  wani, wanuh, rumaket lan kulina. Prayogi kanggo paring pitutur, utawi sesorah ingkang ngemu raos radi sereng.

    Tuladhane :
Sekar gambuh ping catur,
Kang cinatur polah kang kalantur,
Tanpa tutur katula-tula katali,
Kadalu warsa kapatuh,
Katutuh pan dadi awon.

Artinya 
Tembang Gambuh yang keempat,
Yang dibicarakan tingkah laku yang melenceng,
Tanpa nasihat akan terlunta-lunta,
Kadaluwarsa menjadi kebiasaan,
Disalahkan sudah mengerti menjadi jelek.


        5. Kinanti
Kinanti yaiku tembang macapat kang dhuweni watak  yaiku seneng, tresna, asih, grapyak, prayogi kagem suka pitutur raos tresna.

Tuladhane :

Cirita pan wus kakaku,
Panggawe ala lan becik,
Tidak bener lan kang ora,
Kalebu jero cariteki,
Mulane aran carita,
Kabeh-kabeh den kaweruhi.

Artinya:
Cerita memang sudah menceritakan,
Perbuatan jahat dan perbuatan baik,
Kelakuan yang benar dan yang salah,
Sudah termuat di dalam cerita,
Sehingga disebut cerita,
Semuanya harus dimuatnya.

Ringkasan 7 Kabinet masa demokrasi Liberal

 Pada masa Demokrasi Liberal adalah masas dimana pemerintah memberikan kebebasana seluas luasnya pada masyarakat ( Warganya ). Indonesia sendiri pernah memberlakukan Demokrasi Liberal ini, tepat nya pada 1949 - 1959.


Demokrasi Liberal juga masa dimana Negara Indonesia pertama kali melakukan Pemilihan Umum ( PEMILU) tepatnya pada tahun 1955. pada saat itu bulan Desember Rakyat memilih DPR ( Wakil Rakyat) yang akan bekerja disebuah institusi yang dikenal dengan konstituante. Pada  masa ini pula terdapat banyak sekali kabinet karena sangking bebasnya sampai ada 7 kabinet.

Macam-Macam Kabinet

  1.  KABINET NATSIR (6 September 1950-21 Maret 1951) : 
Kabinet ini dibentuk oleh keputusan Presiden RI  no 9 tahun 1950. Kata natsir sendiri diambil dari  nama Mohammad Natsir ( Partai Masyumi ). Kabinet natsir sediri mempunyai 5 titik fokus utama yaiu
  • Meningkatkan Usaha Keamanan dan Ketrentraman
  • Konsolidasi ke semua golongan yang ada untuk penyempurnaan pemerintahan.
  • Menyempurnakan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, yang saat itu disebut angkatan perang.
  • Mengembangkan dan memperkuat ekonomi rakyat yang selama masa penjajahan terikan dan dikuasai oleh penjajah
  • Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian Barat karena sesuai dengan Perjanjian RIS yang seharusnya Irian Barrat merupakan wilayah jajahan Belanda menjadi wilayah RI
poin ke 5 adalah salah satu poin yang berhubungan dengan jatuhnya kabinet Natsir . yaitu ketika  Kabinet ini gagal memperjuangkan Irian Barat pada tanggal 4 Desember 1950. saat dilakukan Konferensi KMB ( Konferensi Meja bundar ) dimana  KMB mengambil keputusan Belanda akan mengakui Kemerdekaan Indonesia, Namun Irian Barat jatuh ketangan Belandda. Oleh karena itu Parlemen (DPRS) mengeluarkan Mosi Tidak Percaya untuk kabinet ini.

dampak dari gagalnya Irian barat masuk Indonesia, bukan hanya angkota DPRS yang kecewa. tetapi Semua partai selain Masyumi memboikot Kabinet natsir dikarenakan Mereka kawatir jika Partai Masyumi semakin meningkatkan kekuasaannya.

Dikarenakan hal diatas. Mohammad Natsir mengembalikan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno dan Mundur menjadi Perdana Menteri.


        2. KABINET SUKIMAN DAN SUWIRJO ( 27 April 1951 - 3 April 1952 ) : 
 
setelah jatuhnya kabinet natsir presiden tidak langsung menunjuk perdana menteri. Presiden menunjuk Ketua PNI yaitu Sartono untuk membentuk kabinet, setelah sebulan Soekarno akhirnya membuat Kabinet dimana merupakan koalisi antara Partai Masyumi dan PNI yang dipimpin ketuanya yaitu Sukiman ( Masyumi ) dan Suwirjo ( PNI ). Kabinet ini juga mempunyai 5 Poin yang tidak beda jauh dari Kabinet Natsir, Karena kabinet ini meneruskan kabinet natsir. 

  • Mengusahakan jaminan keamanan dan ketentraman kepada rakyat. 
  • Mengusahakan kemakmuran rakyat, dengan salah satunya memperbaharui hukum agraria (pertanahan) agar sesuai kepentingan para petani.
  • Mempercepat pemilihan umum.
  • Menetapkan kebijakan politik luar negeri bebas aktif dan berusaha mengembalikan Irian Barat menjadi wilayah Indonesia.
  • Menyiapkan undang-undang tentang serikat pekerja / buruh, perjanjian kerjasama dengan serikat buruh tersebut, penetapan upah minimum pekerja, dan penyelesaian pertikaian yang melibatkan buruh
 Lalu apa penyebab kabinet ini lengser pada tahun 1952 ? Alasannya yaitu tidak terselesaikannya msalah irian barat, banyaknya kasus korupsi, dan puncaknya adalah ketika Sukiman diberikan  bantuan kepada Amerika Serikat dengan perjanjian dan kepentingan AS.  progam ini merupakan progam dari AS MUTUAL SECURITY ACT ( MSA ) yaitu pemberian bantuan ekonomi oleh AS kepada beberapa negara termasuk Indonesia. Menteri luar negeri ahmad subarjo saat itu menerima dan menandatangani progam ini, akibatnya Kabinet ini mendapatkan pelanggaran politik bebas aktif. sehingga Kabinet ini dibubarkan dan Sukiman membrikan kembali mandatnya kpada Presiden soekarno.


    3. KABINET WILOPO ( 3 April 1952 - 30 Juli 1953 ) :
 
 partai ini merupakan pengganti dari partai Sukiman,  bahkan presiden Soekarno masih mencoba untuk menggabungkan 2 Partai besar yaitu Masyumi dan PNI di kabinet ini, Presiden Soekarno menunjuk Wilopo untuk menjadi ketua Kabinet ini. Progam kabinet Wilopo mempunyai 6 poin yaitu
  • Organisasi negara : Melakukan pemilu konstituante dan Dewan daerah, Menyelesaikan pelanggaran dan mengisi otonomi daerah serta menyederhanakan organisasi pemerintah pusat.
  • Kemakmuran : Meningkatkan kehidupan rakyat dengan mempertinggi produksi bahan pangan, melanjutkan usaha perubahan agraria.
  • Keamanan : mengatasi masalah keamanan negara serta mengembangkan tenaga masyarakat untuk menjamin keamanan dan ketentraman Masyarakat.
  • Perburuhan : Melengkapi UU perburuhan guna meningkatkan derajat kaum buruh guna menjamin proses nasional.
  • Pendidikan&Pengajaran : Memperbaiki progam pendidikan dan pengajaran 
  • Luar negeri : Menyelesaikan hub Indonesia dan Nederland serta memperjuangkan Irian Barat agar jatuh ke tangan Indonesia secepatnya
Kabinet wilopo hanya bertahan 3 bulan. Kabinet ini harus lengser.
Penyebab jatuhnya Kabinet Wilopo yaitu Peristiwa tanjung morowa mrupakan peristiwa keributan pembagian tanah yang ditunggangi oleh PKI. tidak hanya itu ketika kabinet ini berlangsung Harga ekspor seperti : karet, kopra, timah cenderung turun terus , sedangkan harga barang yg di import cenderung naik terus.
 
 
    4. KABINET ALI SASTROAMIJOYO 1 ( 31 Juli 1953 12 Agustus 1955 ) :

Kabinet Ali Sastroamijoyo adalah kabinet pertama tanpa campur tangan Partai Masyumi namun didukung oleh banyak partai, adapaun partai baru seperti Partai Nahdhatul Ulama dan Partai Iondonesia Raya (PIR ) .kabinet ini di pimpin oleh perdana menteri Ali Sastriamijoyo, yang ditunjuk oleh presiden Soekarno adapun bebera.pa progam Kabinet Ali ini, yaitu :

  • Meningkatkan keamanan rakyat dan segera melaksanakan pemilihan umum.
  • Menyegerakan pembebasan Irian Barat yang sudah menjadi masalah berlarut-larut.
  • Pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif yang sesuai dengan undang-undang.
  • Penyelesaian masalah pertikaian politik dan pemberontakan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. ndingkan kabinet lain, Kabinet Ali Sasatroamijoyo menghasilkan beberapa kemajuan, antara lain:
  • Penetapan pelaksanaan pemilihan umum yang sudah direncanakan 23 September 1955.
  • Pelaksanaan Konfrensi Asia Afrika di Bandung yang menghasilkan dan kesepakatan Gerakan Non Blok yang membuat Indonesia sangat dihargai di mata dunia. 

Alasan jatuhnya kabinet ini adalah 

  1. Permasalahan di dalam Angkatan Darat selepas peristiwa 17 Oktober 1952
  2. Kondisi ekonomi yang buruk
  3. Partai NU menarik semua menteri yang berada di kabinet ini.
 
    5. KABINET BURHANUDIN HARAP ( 12 Agustus 1955 - 3 Maret 1956 ) :

Kabinet Burhanudin Harap adalah kabinet pertama yang hampir menjadi kabinet Nasional dikarenakan jumlah partai yang sangat banyak dalam kabinet ini yaitu mencapai 13 Partai. Namun Partai yang anggotanya paling banyak dan yang paling berkuasa  adalah Partai Masyumi.
Adapun progam dalam kabinet ini adalah :
  • Mengembalikan kepercayaan moral rakyat terhadap pemerintah, terutama kepercayaan Partai Masyumi.
  • Melaksanakan sistem yang sudah direncanakan kabinet dan pada akhirnya direncanakan sesuai rencana pada tanggal 29 September 1955.
  • Memberantas korupsi.
  • Menyelesaikan masalah inflasi ekonomi yang semakin meningkat.
  • Meneruskan perjuangan mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Indonesia.

Kabinet burhanudin Harap adalah Kabinet pertama yang mampu menyelesaikan tugas-tugasnya dengan Baik. Oleh karena itu Berhentinya Kabinet ini bukan karena lengser tetapi berhentinya kabinet ini karena memang tugasnya sudah selesai dengan baik, yaitu ketika kabinet ini berhasil melakukan Pemilihan uumum pertama kali tahun 1955, dan akan dilanjutkan dengan Kabinet ( Partai yang menang dalam pemilu )

 

    6. Kabinet Ali Sastriamijoyo II ( 24 Maret 1956 - 14 Maret 1957 ) :

Kabine Ali adalah kabinet yang sudah pernah muncul sebelumnya, kabinet ini digunakan lagi setelah ditunjuk kembali oleh Soekarno karena memenangkan Pemilu. Kabinet ini juga mempunyai  beberapa tugas yaitu :

  • Mengajukan pembatalan hasil KMB yang pernah membentuk RIS.
  • Melanjutkan perjuangan merebut Irian Barat.
  • Memulihkan keamanan negara dan memperbaiki ekonomi yang semakin terpuruk dengan inflasi yang semakin tinggi.
  • Melaksanakan politik bebas aktif dengan bekerja sama dengan negara-negara Asia Afrika yang kebanyakan sama-sama baru merdeka.
Pencapaian kabinet ini adalah ketika mereka berhasil membentuk Propinsi Irian barat yang beribu kota di Soasio,Maluku Utara. Selain itu mereka mampu membuat Indonesia aktif dalam ketertiban dunia dengan mengirimkan pasukan Garuda ke Mesir.  Namnun karena masih banyak pemberontakan yang terjadi dan banyaknya menteri-menteri dari Masyumi mundur dari kabinet.  maka kabinet ini akhirnya menyerahkan mandatnya kepada Ir. Soekaro  pada 14 Maret 1957.

 

      7. KABINET Ir. JUANDA ( 9 April 1957 - 5 Juli 1959 )

 Kabinet Ir. Juanda merupakan kabinet terakhir dalam masa Liberal di Indonesia. Bahkan kabinet ini beranggotakan tokoh-tokoh yang ahli dalam bidangnya, bukan lagi campuran beberapa partai. Kabinet ini juga mempunyai progam yang disebut PANCA KARYA. berikut adalah progam-progam tersebut


  1. Membentuk Dewan Nasional untuk menampung segala aspirasi rakyat.
  2. Menormalkan kondisi RI yang memburuk di segala bidang.
  3. Melancarkan pelaksanaan KMB yang masih mengikat Indonesia akan terbentuknya RIS.
  4. Melanjutkan perjuangan merebut Irian Barat dengan upaya diplomatik.
  5. Meningkatkan proses pembangunan yang belum stabil sejak Indonesia merdeka.
 Namun tidak jauh berbeda, Kabinet ini mempunyai masalah yang hampir mirip dengan kabinet sebelumnya, yaitu masih terjadi pemberontakan di berbagai wilayah, Ekonomi yang semakin memburuk membuat kabinet ini diambang kehancuran. Puncaknya yaitu ketika terjadi peristiwa cikini pada November 1957 yang merupakan peristiwa percobaan pembunuhan Ir. Soekarno. Akhirnya Kabinet ini di Bubarkan bersama dengan keluarnya Dekrit Presiden pada 5 Juli 1957, Untuk kembali pada UUD 1945

 



 

      






14 PADA PANGKUR Serat Wedhatama

Berikut ini adalah Kumpulan 14 pada tembang pangkur Serat wedhatama

 1

Mingkar mingkuring angkara,
Akarana karanan mardi siwi,
Sinawung resmining kidung,
Sinuba sinukarta,
Mrih kretarta pakartining ngelmu luhung
Kang tumrap neng tanah Jawa,
Agama ageming aji.


Meredam nafsu angkara dalam diri,
Hendak berkenan mendidik putra-putri
Tersirat dalam indahnya tembang,
dihias penuh variasi,
agar menjiwai hakekat ilmu luhur,
yang berlangsung di tanah Jawa (Nusantara)
agama sebagai “pakaian” kehidupan.

2
Jinejer neng Wedatama
Mrih tan kemba kembenganing pambudi
Mangka nadyan tuwa pikun
Yen tan mikani rasa,
Yekti sepi asepa lir sepah samun,
Samangsane pasamuan
Gonyak ganyuk nglelingsemi.

Disajikan dalam serat Wedhatama,
agar jangan miskin pengetahuan
walaupun sudah tua pikun
jika tidak memahami rasa sejati (batin)
niscaya kosong tiada berguna
bagai ampas, percuma sia-sia,
di dalam setiap pertemuan
sering bertindak ceroboh memalukan.

3
Nggugu karsaning priyangga,
Nora nganggo peparah lamun angling,
Lumuh ing ngaran balilu,
Uger guru aleman,
Nanging janma ingkang wus waspadeng semu
Sinamun ing samudana,
Sesadon ingadu manis

Mengikuti kemauan sendiri,
Bila berkata tanpa dipertimbangkan (asal bunyi),
Namun tak mau dianggap bodoh,
Selalu berharap dipuji-puji
(sebaliknya) Ciri orang yang sudah memahami (ilmu sejati) tak bisa ditebak
berwatak rendah hati, selalu berprasangka baik.

4
Si pengung nora nglegawa,
Sangsayarda deniro cacariwis,
Ngandhar-andhar angendhukur,
Kandhane nora kaprah,
saya elok alangka longkanganipun,
Si wasis waskitha ngalah,
Ngalingi marang si pingging.


(sementara) Si dungu tidak menyadari,
Bualannya semakin menjadi jadi,
ngelantur bicara yang tidak-tidak,
Bicaranya tidak masuk akal,
makin aneh tak ada jedanya.
Lain halnya,
Si Pandai cermat dan mengalah,
Menutupi aib si bodoh.

5
Mangkono ngelmu kang nyata,
Sanyatane mung weh reseping ati,
Bungah ingaran cubluk,
Sukeng tyas yen denina,
Nora kaya si punggung anggung gumrunggung
Ugungan sadina dina
Aja mangkono wong urip.

Demikianlah ilmu yang nyata,
Senyatanya memberikan ketentraman hati,
Tidak merana katakan bodoh,
Tetap gembira jika dihina
Tidak seperti si dungu yang selalu sombong
Ingin dipuji setiap hari
Janganlah begitu caranya orang hidup.

6
Urip sepisan rusak,
Nora mulur nalare ting saluwir,
Kadi ta guwa kang sirung,
Sinerang ing maruta,
Gumarenggeng anggereng
Anggung gumrunggung,
Pindha padhane si mudha,
Prandene paksa kumaki

Hidup sekali saja berantakan
Tidak berkembang, pola pikirnya carut marut.
Umpama goa gelap menyeramkan,
Dihembus angin,
Suaranya gemuruh menggeram,
berdengung
Seperti halnya watak anak muda
masih pula berlagak congkak

7
Kikisane mung sapala,
Palayune ngendelken yayah wibi,
Bangkit tur bangsaning luhur,
Lha iya ingkang rama,
Balik sira sarawungan bae durung
Mring atining tata krama,
Nggon anggon agama suci.

Tujuan hidupnya begitu rendah,
Maunya mengandalkan orang tuanya,
Yang terpandang serta bangsawan
Itu kan ayahmu !
Sedangkan kamu kenal saja belum,
akan hakikatnya tata krama
dalam ajaran yang suci

8
Socaning jiwangganira,
Jer katara lamun pocapan pasthi,
Lumuh asor kudu unggul,
Semengah sesongaran,
Yen mangkono keno ingaran katungkul,
Karem ing reh kaprawiran,
Nora enak iku kaki.

Cerminan dari dalam jiwa raga mu,
Nampak jelas walau tutur kata halus,
Sifat pantang kalah maunya menang sendiri
Sombong besar mulut
Bila demikian itu, disebut orang yang terlen
Puas diri berlagak tinggi
Tidak baik itu nak !

9
Kekerane ngelmu karang,
Kekarangan saking bangsaning gaib,
Iku boreh paminipun,
Tan rumasuk ing jasad,
Amung aneng sajabaning daging kulup,
Yen kapengok pancabaya,
Ubayane mbalenjani.

Di dalam ilmu yang dikarang-karang (sihir/rekayasa)
Rekayasa dari hal-hal gaib
Itu umpama bedak.
Tidak meresap ke dalam jasad,
Hanya ada di kulitnya saja nak
Bila terbentur marabahaya,
bisanya menghindari.

10
Marma ing sabisa-bisa,
Bebasane muriha tyas basuki,
Puruita-a kang patut,
Lan traping angganira,
Ana uga angger ugering kaprabun,
Abon aboning panembah,
Kang kambah ing siyang ratri.

Karena itu sebisa-bisanya,
Upayakan selalu berhati baik
Bergurulah secara tepat
Yang sesuai dengan dirimu
Ada juga peraturan dan pedoman bernegara,
Menjadi syarat bagi yang berbakti,
yang berlaku siang malam.

11
Iku kaki takok-eno,
marang para sarjana kang martapi
Mring tapaking tepa tulus,
Kawawa nahen hawa,
Wruhanira mungguh sanyataning ngelmu
Tan mesthi neng janma wredha
Tuwin mudha sudra kaki.

Itulah nak, tanyakan
Kepada para sarjana yang menimba ilmu
Kepada jejak hidup para suri tauladan yang benar,
dapat menahan hawa nafsu
Pengetahuanmu adalah senyatanya ilmu,
Yang tidak harus dikuasai orang tua,
Bisa juga bagi yang muda atau miskin, nak !

12
Sapantuk wahyuning Alah
Gya dumilah mangulah ngelmu bangkit,
Bangkit mikat reh mangukut,
Kukutaning jiwangga,
Yen mengkono kena sinebut wong sepuh,
Lire sepuh sepi hawa,
Awas roroning atunggil

Siapapun yang menerima wahyu Tuhan,
Dengan cermat mencerna ilmu tinggi,
Mampu menguasai ilmu kasampurnan,
Kesempurnaan jiwa raga,
Bila demikian pantas disebut “orang tua”.
Arti “orang tua” adalah tidak dikuasai hawa nafsu
Paham akan dwi tunggal (menyatunya sukma dengan Tuhan)

13
Tan samar pamoring sukma,
Sinuksmaya winahya ing ngasepi,
Sinimpen telenging kalbu,
Pambukaning warana,
Tarlen saking liyep layaping aluyup,
Pindha pesating sumpena,
Sumusuping rasa jati.

Tidak lah samar-samar saat sukma menyatu
meresap terpatri dalam keheningan semadi,
Diendapkan dalam lubuk hati
menjadi pembuka tabir,
berawal dari keadaan antara sadar dan tiada
Seperti terlepasnya mimpi
Merasuknya rasa yang sejati.

14
Sejatine kang mangkana,
Wus kakenan nugrahaning Hyang Widhi,
Bali alaming ngasuwung,
Tan karem arameyan,
Ingkang sipat wisesa winisesa wus,
Mulih mula ulanira.
Mulane wong anom sami.

Sebenarnya ke-ada-an itu merupakan anugrah Tuhan,
Kembali ke alam yang mengosongkan,
tidak mengumbar nafsu duniawi,
yang bersifat kuasa menguasai. 
Kembali ke asal muasalmu
Oleh karena itu,
wahai anak muda sekalian

Pengertian jenis asal Panganan Tradisional khas Daerah.

   Panganan Tradisional



Pengertian Panganan Tradisional.

Panganan tradisional yaiku panganan asli saka dhaerah tertentu kang digawe lan dikonsumsi turun temurun ing masyarakat, lan duweni cirikhas rasa sing diterima marang masyarakat.

Jenis Panganan Tradisional

PULAU JAWA

A. Asal Jawa Barat

  1. Kerak Telur
  2. Surabi
  3. Peuyeum
  4. Rujak kangkung
  5. Mie Kocok
  6. Ketoprak
  7. Tahu Sumedang
  8. Karedok
  9. Combro
  10. Ubi Cilembu

B. Asal Jawa Tengah

  1. Gudeg  : Gudek adalah makanan tradisional jogja karta yg berupa nasi dan lauknya rebusan nangka muda, telur, rambak serta gorengan bawang untuk penyedap                                                                                

  2. Gethuk : Gethuk sendiri adalah makanan tradisional yang terbuat dari singkong atau ketela rebus yg di haluskan dan diberi pewarna serta topping gula jawa, parutan kelapa dll.                                          
  3. Sate Kere : Sate kere adalah makanna tradisional khas solo yg pembuatannya berasal dari tempe rebus ( ampasnya ) yang dijadikan sate.                                                                                                   
  4. Jenang Kudus : Selain terkenal sebagai kota kretek. kudus juga terkenal dengan makann tradsisionalnya yaitu jenang kudus, jenang ini berasal dari tepung beras ketan dan gula jawa seerta taburan wijen, jenang sendiri mirip seperti dodol garut, namun jenang tidak semanis dodol    

  5. Cengkaruk : Nama cengkaruk mungkin asing di telinga orang luar jawa tengah, namun khusus orang semarang, demak, makanan cengkaruk sendiri sudah hampir melekat, bahkan sekarang sudah jarang ditemui atau penjualnya, Cengkaruk adalah makanan tradisional berasal dari nasi sisa yang di olah kembali kemudian di keringkan dan dijadikan seperti kerupuk namun mempunyai tekstur yang lebih kasar, dulu nenek saya ketika saya kecil sering membuatkan ini,



C. Asal  Jawa Timur


  1. Rawon : Rawon adalah makanan tradisional khas jawa timur yg mempunyai kuah berwarna hitam berasal dari kluwek, makann ini sendiri tidak pedas serta sering dimakan dengan nasi putih dan telur asin .

  2. Rujak Cingur :Rujak cingur berasal dari Surabaya, Cingur sendiri artinya monyong ( mulut )sapi

  3. Pecel Madiun : Pecel ini sudah menjadi makanan tradisional orang Madiun Jawa Timur yang berasal dari berbagai macam sayuran yang direbus serta diberi bumbu kacang
  4. Nasi Krawu : Nasi krawu adalah makanan tradisional khas Gresik yang biasa disajikan menggunakan daun pisang serta berisi nasi dan lauk daging sapi, semur daging, Jeroan sapi serta serundeng.
  5. Sego Tempong : Sego tempong berasal dari jawa timur yang isinya berupa nasi putih, rebusan sayuran, ikan asin, telur dan serundeng, 

CONTOH Cerita,Unsur Intrinsik cerkak Bahasa Jawa judul Peteng , LENGKAP

 


Nama : Nia Cahyani

Kelas : XAP1

SMK N 1 DEMAK

PETENG

Gegadhangan, gegayuhan, kekudangan, gegancangan, kekarepan iku kabeh hamung wujud panyuwune jalma manungsa. Rikala ati ing sajroning ragane manungsa nembe nggrantes, perih utawa nelangsa, lumrah yen luh kang tumetes saka netra kiwa apa dene tengen, kasuntak byah bebasan megung ing bumi. Kosok baline kalamangsane pinaringan rejeki utawa kabungahan kang mbanyu mili, wus jamake girang gumuyune para manungsa sinandhing ana ing kahanan alam donya iki.

Hamung wewayangan bebasane, manungsa tinitah lumaku lan jumangkah amarga ana kang nggarisake. Jiwa ragane manungsa kagiring uga kaobahake dening kang hakarya jagat. Dhokter umpamane kang kawentar pinunjul ngrukti lan mbagasake lelara, tangeh lamun nguripake jalma kang wus tilar donya.


Ing ndhuwur mau jlentrehan wiwitaning aturku. Pangemut babagan kasunyatan anane Pangeran kang nguwasani jagad saisine, yaiku Allah SWT.
Anggonku bebrayan wus nora kena kawastanan saumur jagung, amarga wus pat belas taun. Ing semono taun, tangising jabang bayi rina klawan wengi tansah kaimpi-impi kaantu-antu, mbesuk kapan bisa mecah sepining atiku sakloron, aku lan bojoku. Setaun yen anane dina 365, wus bisa kaetung sepira dawane dina-dinaku ngetutake lurung-lurunging lelakon anggonku urip. Ing semono taun iku, kalamangsane katiban bungah amarga katone bisa reruntungan ngalor ngidul memantenan, amarga durung digondheli buntut. Ananging kang nora kena kapaido, mesthine uga nora luput saka rintiping coban lan godha, wiwit saka cilik utawa pacoban entheng nganti wujud prahara bebasan katerak angin lesus.


Ngenani babagan kahanan uripku kang bisa dak cuplikake, menawa bab pasinaon kaya-kayane aku lan sisihanku nora kebangetan anggone ketinggalan. Ala-ala senadyan rampung rada sauntara, aku kasil lulus kanthi titel sarjana S1. Apa maneh sisihanku luwih komplet, anggone klumpuk-klumpuk kulakan titel, S1, akta IV, uga S2. Dheweke uga kena sinebut pinter, pethel uga trengginas anggone tumandang samubarange tansah cukat.


Ngenani dedeg piyadeg, nora amarga mbiji luwih marang awake dhewe, nanging ya rada mrina yen diwastani ala. Kinanthi sangu pasinaon kang cukup, lumrahe nora kabingungan menawa ngadhepi urip. Ananging kasunyatane urip mono dudu ilmu matematika, yen loro tambah loro gunggunge papat. Urip sawijining ilmu kang nora bakal kena kaduga, nora kena kajlentrehake, nora kena katebak babagan pungkasane crita. Crita kang kawiwitan bungah, ing madya isih pinaringan bungah, ing pungkasan bisa wae kadunungan nelangsa.


Bali maneh ngenani aturku, 14 taun wareg anggonku kesondhang-kesandhung, niba-nangi nglakoni critaning urip, dumadakan nora kanyana-nyana bebasan ketiban ndaru, sisihanku katiti dening dhokter positif ngandhut. Byuh… mbuncah anggonku nampa bebungah, byuh… makcles garinging telak katetes banyu saclegukan, byuh… mongkog, bombong lan sapiturute tembung kang nuduhake kabungahan atiku sakloron. ”Harus istirahat total ya, bed rest…!” ngendikane dhokter, banget anggone wanti-wanti.
”Ya dokter, kami pasti akan patuhi anjuran dokter…” rebutan anggonku sumaur.


Bakal jabang bayi iku kaya dene emas gedhe kang sumimpen ing wetenge bojoku. Emas gedhe kang kudu jinaga ngati-ati ing wiwit byar padhang nganti tumekaning ngeremake netra.


Saben menit bojoku ngelus-elus wetenge, sinambi ndremimil kayadene lagi ngejak rerembugan karo bakal anake, ”Dhik, aja nakal ya, kok mancal-mancal ta…? Apa selak kepingin ketemu karo Pake Buke…?”
Sesasi, rong sasi nganti nem sasi, dhokter ndhawuhi bed rest, dak estokake… manut. Pokoke manut lan manut. Aku kang kudu leladi. Tangi kudu nangekake, mlaku kudu alon-alon anggone jumangkah kapapah. Cekake samubarang kudu diati-ati, banget anggone ngati-ati, kabeh kaluwarga ngesokake sih katresnan.


Ngancik pitu, netepi adat Jawa, dileksanani tasyakuran mitoni. Tansaya tambah cedhak pangantu-antuning pepinginan momong anak bakal kelakon.
”Mas, yen wus titi wancine diparengake dening dhokter, aku njaluk operasi caesar wae ya, amarga ngelingi umurku sing ora enom maneh. Dhoktere sing wis sepuh, sing pengalamane wis akeh ya Mas…,” panjaluke bojoku.
”Iya, wis mantebmu dhokter sing endi aku manut,” cekake sarwa iya, sarwa manut.
Ngancik umur wolu anggone bojoku nggarbini, tansaya sumringah nglakoni dina-dinaku. Apa maneh calon eyang-eyange, ya eyang saka aku uga saka bojoku wus padha katon bungahe, anggone ngantu-antu jumedhule bakal wayahe.
Nyuwun pirsa marang dhokter, yen pengin nglairake normal tanggale udakara tanggal 25 Maret. Ananging gandheng aku sakloron nduwe panjaluk bakal operasi caesar, dhokter mertikelake bisa kaleksanan milih kawiwitan tanggal 11 Maret. Mathuk, operasi katentokake ing tanggal 11 Maret. Mula wiwit mlebu sasi kasanga, tambah kerep anggone konsultasi lan priksa menyang dokter. Rong minggu sepisan sanja priksa dhokter.


Tanggal 4 Maret kadhawuhan priksa. Asile priksan dening dhokter samubarange katiti becik, normal, bobote bayine ing sajroning kandhungan wis kena diarani cukup, normal.
”Tanggal 10 Maret priksa lagi ya, cek darah dan jantung,” dhoktere ngendika.
”Ya dokter,” aku sakloron rebutan sumaur maneh.
Tanggal 10 Maret, aku tangi esuk-esuk umun-umun udakara jam papatan. Jam lima bojoku dak gugah saperlu kareben cepak-cepak. Rada sauntara anggonku siap-siap, jam enem sida budhal menyang ndhokteran. Jam pitu tumeka ing ndhokteran, banjur ndaptarake cek laborat karo cek jantung. Asile kabeh normal apik nora nana kang kudu di was sumelangi. Sawise perabot lapuran cek darah karo jantung rampung, aku sakloron leren leyeh-leyeh nyranti rawuhe dhokter kandungan.
Nyantri sauntara, udakara jam 10 dhoktere rawuh, tekan wanci giliranku karo bojoku tinimbalan mlebu kamar priksan.
”Selamat pagi dokter…” aku sakloron aruh-aruh dhoktere.
”Pagi silakan… besok pagi jadi operasi ya? Jam berapa… 11?”
”Terserah dokter saja, silakan jam berapa dokter…”
”Ini darah bagus, tidak perlu ditransfusi, jantung juga bagus… ayo kita lihat di USG,” dhoktere ndhawuhi bojoku munggah bed saperlu niti pirsa kahanan kandhungan.
Wetenge bojoku wiwit diolesi krim mbuh apa jenenge aku ora weruh, sawise rata banjur ditutul-tutul nganggo alate.
Dumadakan raine dhokter katon pucet, getihe kaya mandheg.
”Lho kok tidak ada denyut jantung…” Dheg, mak jenggirat aku njumbul. Kringet adhem wiwit tumetes.
Dhoktere katon tansaya tambah bingung, lan pungkasane, ”Bayinya meninggal…!”
Glaaaarrrr…. Dumadakan peteng, peteng langite, peteng panyawangku, kabeh peteng ndhedhet… lelimengan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A.  TEMA : BEBRAYAN

 

B.  ALUR : MAJU

 

Paraga aku anggone bebrayan wus nora kena kawastanan saumur jagung, amarga wus 14 taun. Ing semono taun tangising jabang bayi rina klawan wengi tansah diimpi-impi diantu-antu, mbesuk kapan bisa mecah sepining atine paraga aku lan bojone.

14 taun wareg anggone paraga aku kesondhang-sandhung, niba-nangi nglakoni critaning urip, dumadakan nora kanyana-nyana bebasan ketiban ndaru, sisihane paraga aku katiti dening dokter positif ngandhut.

Wiwit mlebu sasi kasanga, tambah kerep anggone konsulyasi lan priksa menyang dokter. Rong minggu sepisan sanja priksa dokter. Tanggal 10 Maret, paraga aku lan bojone menyang kedokteran saperlu priksa. Nalika bojone paraga aku dipriksa, dumadakan raine dokter katon pucet, getihe kaya mandheg.

Doktere kandha yen ora ana denyut jantjng kang bisa dideteksi. Dheg, mak jenggirat paraga aku jumbul. Keringet adhem wiwit tumetes.

Doktere katon tansaya tambah bingung, lan pungkasane dokter kandha yen bayine meninggal, glaarrr.... dumadakan peteng, peteng langite peteng panyawange paraga aku.

 

C.  LATAR :

 

a.   Latar panggonan : Rumah Sakit

Bisa dibuktekake saka penggalan cerkak ing ngisor iki

          Mula wiwit mlebu sasi kasanga, tambah kerep anggone konsultasi lan priksa menyang dokter. Rong minggu sepisan sanja priksa dhokter.Tanggal 4 Maret kadhawuhan priksa. Asile priksan dening dhokter samubarange katiti becik, normal, bobote bayine ing sajroning kandhungan wis kena diarani cukup, normal.
”Tanggal 10 Maret priksa lagi ya, cek darah dan jantung,” dhoktere ngendika.
”Ya dokter,” aku sakloron rebutan sumaur maneh.

 

b.  Latar Suasana   : Trenyuhake

Bisa dibuktekake saka penggalan cerkak ing ngisor iki

          Dumadakan nora kanyana-nyana bebasan ketiban ndaru, sisihanku katiti dening dhokter positif ngandhut. Byuh… mbuncah anggonku nampa bebungah, byuh… makcles garinging telak katetes banyu saclegukan, byuh… mongkog, bombong lan sapiturute tembung kang nuduhake kabungahan atiku sakloron.

 

c.   Latar  wektu    : Esuk

Bisa dibuktekake saka penggalan cerkak ing ngisor iki.

          Tanggal 10 Maret, aku tangi esuk-esuk umun-umun udakara jam papatan. Jam lima bojoku dak gugah saperlu kareben cepak-cepak.

         

D.  PENOKOHAN :

 

a.   Aku : Sabar, pangerten

Bukti tokoh ”aku” duwe watak sabar lan pangerten ana ing penggalan cerkak ing ngisor iki

Bali maneh ngenani aturku, 14 taun wareg anggonku kesondhang-kesandhung, niba-nangi nglakoni critaning urip, dumadakan nora kanyana-nyana bebasan ketiban ndaru, sisihanku katiti dening dhokter positif ngandhut.

Sesasi, rong sasi nganti nem sasi, dhokter ndhawuhi bed rest, dak estokake… manut. Pokoke manut lan manut. Aku kang kudu leladi. Tangi kudu nangekake, mlaku kudu alon-alon anggone jumangkah kapapah.

b.  Bojoku : Penyayang

Bukti tokoh ”bojoku” duwe watak penyayang ana ing penggalan cerkak ngisor iki

          Saben menit bojoku ngelus-elus wetenge, sinambi ndremimil kayadene lagi ngejak rerembugan karo bakal anake, ”Dhik, aja nakal ya, kok mancal-mancal ta…? Apa selak kepingin ketemu karo Pake Buke…?”        

c.   Dokter : Ramah / sumeh

Bukti tokoh ”dokter” duwe watak tegas lan bijaksana ana ing penggalan cerkaking ngisor iki

          Nyantri sauntara, udakara jam 10 dhoktere rawuh, tekan wanci giliranku karo bojoku tinimbalan mlebu kamar priksan.
”Selamat pagi dokter…” aku sakloron aruh-aruh dhoktere.
”Pagi silakan… besok pagi jadi operasi ya? Jam berapa… 11?”
”Terserah dokter saja, silakan jam berapa dokter…”
”Ini darah bagus, tidak perlu ditransfusi, jantung juga bagus… ayo kita lihat di USG,”

 

E.   SUDUT PANDANG : Wong kapisan, amarga tokoh utaman ana cerkak uga penulis cerkak.

 

 

F.   AMANAT : Kudu sabar anggone ngadepi cobaning urip.

 

 

G.  GAYA BAHASA

Gaya bahasa ana cerkak PETENG migunakake basa Jawa ngoko kacampuran basa Indonesia

Bukti ana ing penggalan cerkak ing ngisor iki

Tanggal 4 Maret kadhawuhan priksa. Asile priksan dening dhokter samubarange katiti becik, normal, bobote bayine ing sajroning kandhungan wis kena diarani cukup, normal.
”Tanggal 10 Maret priksa lagi ya, cek darah dan jantung,” dhoktere ngendika.
”Ya dokter,” aku sakloron rebutan sumaur maneh.

Uga migunakake tembung mbangetake

Bukti ana ing penggalan cerkak ing ngisor iki

          Glaaaarrrr…. Dumadakan peteng, peteng langite, peteng panyawangku, kabeh peteng ndhedhet… lelimengan.

 

 


Pertama masuk kuliah diusia tua

 setelah sekian lama saya tidak ng blog huhu,,, kali ini aku ingin nulis sedikit curhat hehe,, AKHIRNYA AKU KULIAH DIUSIA 23 TAHUN. Setelah ...